Al-fatihah untuk Ayah

Embun pagi ini rasanya sama seperti embun kala itu
Saat itu tangan kasar mu membelai lembut rambut ku
Masih teringat jelas
Senyuman kecil dari bibir mu
Kemeja biru gagah lekat di badan mu

Rasanya baru kemarin aku melihat mu
Wajah keriput mu
Rambut putih mu
Lelucon-lelucon payah dari mu

Namun nyatanya Tuhan lebih sayang
Aku harus tabah ketika tiba-tiba harus berpisah
Allah tempatku dari keluh kesah
Al-fatihah untukmu yang telah tenang berteman amal

Komentar